Rabu, 10 Agustus 2011

10 Pejuang Indonesia Terbaik Sepanjang Sejarah

Indonesia memiliki banyak pejuang yang sangat berperan penting dalam kemerdekaan Negara kita ini. Oleh karena itu, kita tidak boleh melupakan jasa – jasa yang telah mereka berikan kepada bangsa ini. Saya membuat daftar pejuang yang menurut saya sangat berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Ini dia sepuluh pejuang kemerdekaan Indonesia yang menurut saya terbaik sepanjang sejarah.


1.Ir. Soekarno

Dia adalah Pahlawan yang lahir di Blitar, Jawa Timur. Tanggal 6 Juni 1901. Dan meninggal pada Usia 69 tahun. Ia memainkan peranan penting untuk kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Dasar Negara Indonesia dan ia sendiri menamainya Pancasila. Ia juga Prokalamator Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 agustus 1945. 

2. Mohammad Hatta

Drs. Mohammad Hatta lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902 dan menigggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun. Ia adalah pejuang, negarawan, dan presiden republik Indonesia yang pertama. Ia adalah pejuang terbaik Indonesia karena ia telah berjuang bersama Ir. Soekarno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai bapak Koperasi.

3. Kapitan Pattimura

Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku pada tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut Benteng belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut.Perlawanan sejati ditunjukkan oleh pahlawan ini dengan kekteguhannya yang tidak mau kompromi dengan Belana. Beberapa kali bujukan pemerintah belanda agar beliau bersedia bekerjasama sebagai syarat untuk melepaskannya dari hukuman gantung, tidak pernah menggodanya. Beliau memilih gugur di tiang gantung sebagai putra Kesuma bangsa daripada hidup bebas sebagai penghianat yang sepanjang hayat akan disesali rahim ibu yang melahirkannya. Kapitan Pattimura gugur sebagai pahlawan Nasional. Dari perjuanganya dia meninggalkan pesan tersirat kepada pewaris bangsa ini agar jangan sekali – kali pernah menjual kehormatan diri, keluarga, terutama bangsa dan Negara ini.

4. Cut Nyak Din

Cut Nyak Din adalah pahlawan nasional, sang wanita baja dari tanah serambi mekkah, tokoh pejuang kemerdekaan yang sebelum berkiprah sebelum masa kebangkitan nasional. Cut nyak din lahir di lampadang, Aceh tahun 1850 dan waafat di pengasingan di Sumedang, Jawa Barat 6 November 1908.

5. Adam Malik

Adam malik yang dijuluki “si Kancil” ini dilahirkan di pematang siantar, sumatera utara, 22 Juli 1917. Ketika usianya masih belasan tahun, ia pernah ditahan polisi Dinas Intel Politk di Sipirok 1934 dan dihukum dua bulan penjara karena melanggar larangan berkumpul. Pada usia 17 tahun ia telah menjadi ketua Partindo di Pematang Siantar untuk ikut aktif memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Adam malik juga aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan kemerdekaan menjelang 17 agustus 1945. Dia juga berperan penting dalam pembentukkan ASEAN.

6. Soeharto

Soeharto adalah presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. beliau menjadi prajuri teladan di sekolah Bintara, Gombong, Jawa tengah 1941 dan resmi menjadi TNI tahun 1945. Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Pada saat G30S/PKI meletus, Jenderal Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Jenderal Soeharto menerima SUPERSEMAR dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran – ajaran Pemimpin Besar Bung Karno.

7. Tuanku Imam Bonjol

Nama asli Tuanku Imam Bojol adalah Muhammad Shahab, ia lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera barat pada tahun 1772 dan wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Ninahasa, 6 November 1864. Ia adalah salah seorang Ulama, Pemimpin, dan pejuang yang berperang dalam melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal perang Padri di tahun 1803 – 1838. Ia diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia.

8. Pangeran Diponegoro

Perjuangan beliau popular dengan sebutan perang Diponegoro atau perang Jawa yang berlangsung antara tahun 1825 sampai 1830. Perang Diponegoro adalah perlawanan terbesar di Pulau Jawa semasa Kolonial Belanda. Perang Diponegoro sangat menguras keuangan dan energy Kolonial belanda. Kerugian di pihak Belanda mencapai 15.000 tentara dan biaya perang mencapai 50.000 gulden, sementara dipihak rakyat korban meninggal mencapai 200.000.

9. Soetomo

Sutomo lahir di Surabaya 3 oktober 1920 dan meninggal di Makkah 7 Oktober 1981. Ia adalah Pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembali penjajah belanda melaui tentara NICA dan berakhir dengan peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai hari Pahlawan. Ingatkah kalian dengan kata – kata “MERDEKA ATAU MATI”, dialah Bung Tomo yang berkata seperti itu, untuk membangkitkan rasa percaya diri pejuang kemerdekaan lainnya.

10. Jenderal Sudirman

Jendral Besar Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda.Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

dari berbagai sumber
Reaksi:

4 comments:

no 6 saya tidak setuju..

Betul! Lebih pantas jenderal besar AH.Nasution lagi di no.6

Soeharto g masuk daftar Pahlawan Nasional bro.. Gimana sih,

Soeharto g masuk daftar Pahlawan Nasional bro.. Gimana sih,

Posting Komentar